![]() |
| Kondisi teriminal Landung sari |
Sempat Berhenti Beroperasi tlTahun 2020 Karena Pandemi Covid-19, Bus Bagong di Lerminal Landungsari kini dalam tahap pengembangan, Jumat (21/04/23).
Hal ini disampaikan Admin Bus Bagong Landungsari Ifan Hermawan Hermawan. Dirinya mengatakan, pasca pandemi ini masih dalam tahap pengembangan terhadap bus Bagong dan Puspa Indah yang sempat tidak beroperasi di kawasan Landungsari.
"Bus Bagong yang di sini (Landungsari) kalau dari armada sendiri itu 32 yang ke Kediri dan ke Jombang 24. Jombang sekarang operasinya hampir 6 bus, terus Kediri pun cuma 10 saja. Istilahnya kita masih pengembangan lagi dari dampak pandemi,” kata Ifan, Jumat (10/2/2023).
Adapun, saat pandemi semua bus Bagong di berbagai tempat memang tidak beroperasi. Akan tetapi, saat ini sudah mulai melakukan transisi pengembangan kembali.
"Mei 2020 itu seluruh armada tidak operasi penuh satu bulan. Mei transisi ke Juli dan baru diperbolehkan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Penumpangnya pun tidak langsung penuh tetapi dibatasi,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan, sebelum pandemi Covid-19 terdapat 40-50 armada yang beroperasi. Kemudian, waktu pandemi tersisa 6-15 saja yang digunakan.
“Waktu itu kita membeli trayek Bus Puspa Indah sebagai bus kompetitor. Terus sekarang sudah ful Bagong. Jadi, kalau sebelum pandemi itu kita bisa 40-50 armada yang jalan. Tetapi, pas covid-19 cuma 6-10, terus meningkat lagi dan sekarang hampir 15 kendaraan yang jalan,” terangnya.
Ifan menerangkan, setelah kedua bus ini berhenti beroperasi untuk sebagian, sopir-sopirnya tetap dipekerjakan. Akan tetapi, menggunakan sistem shift-shiftan atau rolling.
“Sopir tidak kita berhentikan jadi rotasi jadwal, dirolling atau shift-shiftan. Dulu sistemnya diberikan satu per satu sesuai jam yang kita tentukan. Kalau ke depannya kita ada pengembangan kita transisi lagi dari yang separuh,” terangnya.












