Sabtu, 09 Juli 2022

Kaum Rebahan di Tengah Perspektif Masyarakat

 

Penulis|Wily Daru|


Hai! 

bagaimana kabar hari ini? masih tetap semangat untuk belajar,kan ? Atau justru sebaliknya ?

kamu pasti sering dengar kata rebahan akhir-akhir ini. Apa lagi ketika kamu membuka media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook dan media sosial lainnya. 

Buat kalian yang belum kenal kata ini, rebahan adalah kata yang di gunakan seseorang untuk menunjukkan bahwa dia sedang tidak melakukan aktivitas apa-apa atau lagi malas-malasan.


Kata rebahan bisa juga kita samakan dengan kata mager (malas gerak) yang mengabarkan bahwa kalau orang itu sedang malas banget. Mau keluar dari rumah ataupun bangkit dari kamar tidur. Sampai-sampai ada yang menyebutnya "kaum rebahan"

Dua kata ini, muncul di tengah prespektif masyarakat karena kondisi real yang terjadi hari ini. Istilah "kaum rebahan" mulai muncul sejak aksi demo Mahasiswa di bulan September lalu, hingga terus digaungkan sampai saat ini. Merujuk pada orang-orang yang lebih memilih untuk bersantai dan berbaring di kasur dari pada mengisi waktunya dengan hal yang positif dan produktif.


Pelaku utama dari kaum rebahan adalah generasi milenial sampai ke generasi Z, Dalam hal ini adalah "Mahasiswa". Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) generasi milenial Adalah generasi yang lahir dari tahun 1980-1990 sementara generasi Z lahir dari tahun 1990-an sampai tahun 2000-an.


Berbicara soal generasi, pasti yang ada di pikiran kita adalah tentang perubahan. Perubahaan yang di mana mampu mendobrak dunia dengan segudang ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih.


Tetapi hari ini kita di lemahkan dengan dua pilihan antara memilih berkembang atau terus berjalan di tempat dengan menikmati jery payah, inovasi dan kreatif orang lain. Maraknya perkembangan teknologi tidak dapat kita pungkiri, alhasil kita dapat memperoleh segala sesuatu dengan instan. Hal ini yang menjadi dasar sehingga kita merasa nyaman di kasur.


Jika idealisme hanyalah di miliki pemuda.akan di isi apa periode Kalian sebagai mahasiswa? 


Pikiran yang masih idealis acap kali dinodai dengan segala kepentingan semata, tanpa menyumbangkan pemikirannya untuk membangun masyarakat.

 

Hal ini, bukan lagi kehidupan yang baru di zaman ini, di mana pilihan yang terbaik adalah "rebahan", apalagi ketika orang lagi capeh, lelah dan moodnya untuk beraktivitas sedang tidak baik-baik, terpaksa rebahan sebagai pilihan yang tepat.


Tetapi akan di sayangkan jika waktu kita hanya di habiskan untuk rebahan, apalagi saat ini yang paling banyak memilih posisi ini adalah mahasiswa "kaum rebahan". Yang dimana sedikit-sedikit mengeluh jika di kasih tukas oleh dosen, dan menganggap bahwa dosen yang sering memberikan tugas adalah dosen killer (mematikan).Namun rugilah mahasiswa jika di sempitkan dengan perkuliahan,padahal sedang di nina bobo oleh pilihannya sendiri untuk mencari posisi aman


Najwa Shihab pernah berkata " menjadi seorang mahasiswa adalah sebuah privilege , keistimewaan yang tak di miliki semua pemuda yang mendapatkan kesempatan". Itu adalah sebuah perjuangan dan tanggung jawab karena kalian adalah "mahasiswa", maha dari siswa yang berkesempatan untuk mereguk dalam sumur pengetahuan.


Untuk itu, perbanyaklah literasi karena tujuan dari sebuah pendidikan adalah memperhalus perasaan, memperkuat kepekaan dan mempertajam pikiran. Jadi bangkit dan lawanlah rasa malas itu dengan semangat belajar. Belajar tentu suatu keharusan yang tidak boleh di abaikan. Nikmati kehidupan kampus dengan terus mengasah, jangan menghabiskan waktu untuk berkeluh kesah karena kita adalah generasi penerus bangsa.


"Bacalah sebanyak-banyaknya buku,jangan main gadget melulu. Koko-koko tentu boleh saja, apalagi di seketariat organisasi mahasiswa. Kenali teman-teman mu hayati masyarakat disekitar mu agar kampus tak menjelma sebagai tembok yang menjajakan mu",(Najwa Shihab).



 Malang,9 Juli 2022


Catatan pagi






Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Definition List

Unordered List

Support