 |
| Jupriadi bersama lukisannya |
Malang, PantauNusantara.com - Merajuk Perbedaan Dalam Kebhinekaan, Dewan Kesenian Malang (DKM) Gelarkan Pameran Tunggal Ketiga Kalinya, Dengan Tema Toko Bangsa di gedung DKM.
Menjelang tahun politik, salah satu pelukis yang berasal dari kota Malang Jupri Abdulla. Punya cara tersendiri untuk merespon, berbagai toko politik nasional maupun daerah dengan pameran lukisan.
"Nah untuk konstelasi tahun politik 2024 saya mengawali lagi untuk pameran toko bangsa ketiga kalinya, saya akan menggelar dibeberapa kota besar di Indonesia. Kebetulan untuk pertama tahun ini saya memilih Malang, meskipun pada akhirnya saya merencanakan berpusat di KPU Jakarta, Seru Jupri, Kamis (14/03/2023).
Jupri menjelaskan, pameran tunggal ini bukan merupakan kali pertama, tetapi sudah sekian kalinya. Mengangkat tema tentang toko bangsa dengan tajuknya merajuk perbedaan dalam kebhinekaan.
"Pameran tunggal saya, toko bangsa ini tajuknya merajuk perbedaan dalam kebhinekaan Ini merupakan pameran tunggal saya, tema toko bangsa ketiga kalinya. Tema toko bangsa ini saya akhirkan untuk toko-toko publik yang menjadi isu nasional seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Prabowo dan sebagainya turut hadir dalam konteks ini," ujar Jupri.
Ia menambahkan, ada beberapa lukisan akan dipamerkan pada pemeran toko bangsa ini. Karena dibatasi ruang sehingga semua lukisan tidak bisa dipajangkan.
"Lukisan karya di DKM malang ini ada 32 lukisan, satu karya patung, dan ini saya melukis dari tahun 2018 sampai 2023. Sebenarnya banyak lukisan saya toko bangsa, karena ruangan terbatas sehingga cukup menghadirkan 32 karya," kata Jepri saat diwawancarai.
Jupri menjelaskan ada hal tertentu sehingga
Pelukis itu Memilih Malang bukan tanpa alasan, melainkan karena Malang merupakan kota perdamaian yang menyatu perdamaian. Selai itu pemerintah juga berperan aktif, dalam mendukung pameran toko bangsa tahun 2023.
"Malang saya pilih sebagai kota pertama pameran tunggal saya toko bangsa, karena saya melihat malang kota perdamaian yang mampu menyatu perbedaan. ini pilihan saya selain pemerintah daerah mengapresiasi cukup kuat di banding kota-kota lain, dan saya tinggal di malang secara otomatis menunjukkan malang punya kemampuan," jelas Jupri.
Pameran ini berlangsung kurang lebih selama satu Minggu. Selain pameran lukisan akan diisi dengan ngobrol nasional sebagai bentuk partisipan seniman dalam mengatasi persoalan presiden.
"Pameran toko bangsa di DKM ini mulai dibuka resmi oleh pejabat negara pemerintah daerah, yang mewakili pa bupati tanggal 13 Maret berakhir tanggal 19 maret. Tanggal 18 jam 14.00 wib, itu kita selenggarakan ngobrol nasional, rembuk masalah presiden dimata seniman, seniman juga harus bersuara," ungkap Jupri.
Lewat ruang seni rupa, jupri menyampaikan seniman harus mampu berbicara. Serta berusaha memberikan gambaran kepada toko bangsa, bahwa seniman adalah mitra presiden.
"Seniman juga harus bersuara, bisa menentukan presiden yang terbaik untuk bangsa ini, jangan seniman diam. Seperti konteks Sukarno bahwa seniman menjadi mitra presiden, dan sekarang saya ingin menggugah semangat para seniman khususnya di Malang," tegas Jepri.
Disisi lain, Pelukis itu menyampaikan ada satu orang penentu politik dan kebijakan di indonesia. Serta semua masyarakat menunggu akan keputusan dari ketua PDIP Perjuangan tentang calon presiden 2024.
"Ada satu pemikiran saya, selama ini siapa si penentu politik dan kebijakan negara. Saya melihat ibu Mega, ibu Mega adalah toko populer, di samping pa Jokowi jelas ya. karena apa, semua masyarakat menunggu apa yang di putuskan oleh ibu Mega tentang siapa yang di calonkan apakah mba puan, mas Ganjar, atau Ahok dan lain sebagainya," ujar Jupri.
Jupri berharap Megawati tidak salah dalam mengambil keputusan, serta menentukan calon presiden. Selai itu Megawati juga sebagai toko populer dalam lukisan
"saya berharap Bu Mega bisa memilih yang terbaik untuk bangsa ini . Makanya saya sebut di dalam lukisan Bu Mega itu toko terpopuler itu ala
sannya," Pungkasnya.