Berita 2.
Judul: PPKM darurat; benderah putih warga dan janji relaksasi
Jokowi di tengah pengurangan jumlah tes
·
Gaya narasi
Gaya bahasa dalam berita ini yaitu naratif, karena
menceritakan secara jelas alur cerita dari awal sampai pada akir, serta
menggunakan kata dan bahasa yang baku. In-Depth Reporting ini menggunakan kalimat yang baku,
kata-kata yang digunakan mudah dipahami dan di mengerti. Tidak ada kata atau
kalimat yang tidak saya pahami, hal itu karena bahasa yang digunakan sesuai
KBBI, meskipun ada beberapa istilah yang digunakan, namun pada bagian narasinya
diberi penjelasan maksud dari istilah tersebut. Meskipun begitu, sebagai
pembaca saya merasa narasi yang digunakan terlalu kaku, sehingga ketika
membacanya in-depth ini saya merasa cepat bosen karena bahasa yang digunakan
sangat baku.
·
Urgen isu
Masyarakat yang menyerah dengan situasi maraknya kasus
covid19 yang sulit di atasi serta janji Jokowi dalam melakukan relaksasi dengan
masyarakt yang terdampak dari
PPKM. Serta massyarakat pedagang kaki lima yang memita kelongaran kepada pemerintah
untuk tetam menjalakan usahanya yang di tutup karena keadaan pandemic.
·
Noveity
Kebauran isu yang dimasukan disini, membandingkan penanangan
covid di negara lain dengan negara indoseia. Indonesia kini menjadi negara yang menyumbangkan kasus covid-19
tertinggi di kawasan Asia dan Asia Tenggara. Di Singapura, pembatasan
akan diperketat lagi mulai Kamis (22 Juli) hingga 18 Agustus untuk membendung
lonjakan kasus di kalangan komunitas, sebagaimana dilaporkan The Strait Times.
·
Narasumber disini sangat
kompoten di bidangnya
a.
Nandang
Mulyana, pengurus Paguyuban PKL Cikapundung Barat
b.
Ketua
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut, Deden Rohim
c.
Jokowi sebagai
presiden Indonesia
d.
Ketua
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut, Deden Rohim
e.
perdana
Menteri Muhyiddin Yassin
·
desain
bentuk
desain dalam berita ini sangat bagus dan mjudah dipahami karena ada infografisnya.
(ferdinandus wily daru_2020230009)






.png)

0 komentar:
Posting Komentar