![]() |
| Penandatanganan perjanjian Kontrak kerja secara simbolis oleh perwakilan pegawai PPPK |
Malang, Pantaunusantara.com- Tingkatkan Pelayanan Publik Rumah Sakit Umum Daerah, Wali Kota Malang Mengangkat 24 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di Ruang Sidang balai kota malang, Rabu (05/04).
Wali kota malang, Sutiaji mengangkat dan menandatangani surat perjanjian Kontrak kerja. serta memberikan penghargaan bagi PPPK tenaga kesehatan formasi tahun 2022.
Ia menegaskan, dengan adanya penambahan tenaga kerja, pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin meningkat. Serta mampu meminimalisir keluhan masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan support tenaga 24 yang kami angkat, semakin baguslah pelayanan publik yang dilakukan. Dan meminimalisir keluhan masyarakat karena sesungguhnya paradigma atau SOP orang sakit dan orang melayani kan nda sama," Seru Sutiaji.
Sutiaji menjelaskan, pemilihan formasi bukan dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang. Tetapi dipilih langsung oleh panitia seleksi (Pansel) Nasional dari 101 pelamar.
"Tadi penyerahan surat keputusan (SK) penandatanganan, jadi ada terjadi penambahan formasi 24 orang, yang diikuti oleh 101 pelamaran. terpilihnya 24 orang yang menentukan bukan kami tapi Pansel Nasional, tersebar di RSUD dan ada di Puskesmas," Seru Wali Kota Malang.
Wali kota malang, mengharapkan dengan pengangkatan PPPK hari ini, bisa menguatkan puskesmas menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Serta meminta kepada ASN dan petugas lapangan, agar bersabar dalam melayani masyarakat.
"Harapan kami juga nanti semakin menguatkan puskesmas menjadi FKTP, demikian di RSUD semakin menguatkan jati diri, fasilitas-fasilitas kesehatan itu. Nah ini yang saya minta kepada ASN kami, petugas lapangan memahami itu, kandang-kandang orang sakit mudah marah-marah karena dia kondisinya sakit harus dimaklumi," Ujar Sutiaji.
Disisi lain, Wali Kota Malang mengungkapkan perekrutan tenaga kerja kontrak tahun 2023 sementara masih dalam proses. Serta mendorong peningkatan pelayanan dalam RSUD
"Kita informasi 2023 masih di godok, kita setorkan semua karena Kemarin kita memiliki non ASN 3.400 kita sodorkan semua. seperti kemarin contohnya kita mendorong di RSUD itukan jasa pelayanannya Dokter, Dokter Spesialis dan seterusnya, mungkin masih kalah dengan yang lain," tandas Sutiaji.








0 komentar:
Posting Komentar