Judul
Berita In-Depth 1
Tragedi
Kanjuruhan: Dapatkah Indonesia belajar dari masa kelam persepakbolaan Inggris?
1. Gaya Narasi
Gaya bahasa dalam berita ini yaitu naratif, karena menceritakan secara jelas alur cerita dari awal sampai pada akir, serta menggunakan kata dan bahasa yang baku. In-Depth Reporting ini menggunakan kalimat yang baku, kata-kata yang digunakan mudah dipahami dan di mengerti. Tidak ada kata atau kalimat yang tidak saya pahami, hal itu karena bahasa yang digunakan sesuai KBBI, meskipun ada beberapa istilah yang digunakan, namun pada bagian narasinya diberi penjelasan maksud dari istilah tersebut. Meskipun begitu, sebagai pembaca saya merasa narasi yang digunakan terlalu kaku, sehingga ketika membacanya in-depth ini saya merasa cepat bosen karena bahasa yang digunakan sangat baku.
2.
Uregensi isu
Tragedy kanjuruhan yang menjadi malah petaka dalam sepak
bola Indonesia, kemudian Indonesia berkerjasama dengan fifa untuk
mengembangakan fasilitas sepak bola iindonesia. Dan berharap Indonesia bisa
menjadi seperti negara iggris yang berkembang sepak bolanya setelah tragedy di
stadion liverpol
3.
Novelty
Adanya harapan kesamaan dengan tragedy yang menimpa sepak
bola inggris pada puluhan tahun yang lalu, untuk bagaimana bisa seak bola
Indonesia juga bisa belajar dari negara inggri tentang erkembangan sepak bola
yang sagat baik, mulai dari tata tempat duduk yang tidak lagi dalam bentuk
tribun melainkan pakai kursi
4.
Narasumber yang di wawancarai sangat lengkap dan juga sangat
berkompeten sesuai isu yang dibahas, mulai dari
·
Amal
Ganesha selaku Direktur Ganesport Institute -lembaga yang bergerak di bidang
manajemen dan kebijakan olahraga-kepada BBC.
·
Jerome
Wirawan, editor BBC News Indonesia
·
David
Conn
·
Aditya
Pratama, seorang wartawan Indonesia yang menghadiri pertandingan antara Arema
FC dan Persebaya Surabaya
·
Presiden
Jokowi seusai bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino.
5.
Desain
Berita ini di tulis dengan runtut dan data yang menjadi
korban terdaftar jelas, sehingga bentuk desainya juga bagus, tetapi yang
menjadi kekurangganyana tidak ada infografis. (ferdinandus wily daru_2020230009)







0 komentar:
Posting Komentar